Entri Populer

Sabtu, 23 Mei 2026

PERSIB HETRIK JUARA BERTURUT-TURUT

 

Hari ini, Sabtu 23 Mei 2025 ada kegembiraan yang luar biasa yang dirasakan oleh hampir seluruh rakyat Jawa Barat yaitu Persib menjadi Juara Liga untuk tahun 2025/2026 yang merupakan Juara untuk yang ke 3 kalinya secara berturut-turut sehingga menciptakan sejarah Hetrik Juara secara beruntun yang belum pernah dialami tim sepak bola Indonesia manapun. yang belum tentu terulang baik oleh Persib sendiri atapun pun oleh tim lain.

Persib menjelma menjadi sebuah tim besar di Indonesia bahkan di Asia sejajar dengan tim besar dari Thailand, Jepang, Korea, dan Arab Saudi. hal ini terjadi karena pengelolaan Persib yang profesional terutama pengelolaan keuangan, sehingga program yang direncanakan pelatih mendapatkan dukungan pinansial yang memadai.

jangan dilupakan juga, dukungan dari bobotoh yang sangat besar, baik dukungan moral dengan fanatisme yang militan maupun dukungan pinansial yang berasal dari tiket yang selalu habis terjual, pembelian mecendrais resmi, dan dukungan lain yang secara significan mempengaruhi keuangan Persib seperti dukungan bobotoh kepada perusahan yang menjadi mitra persib yang terus setia mendukung Persib.

Persib yang lahir  pada tahun 1933 bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandung, tetapi juga kebanggaan masyarakat Jawa Barat, sehingga Persib dicintai oleh masyarakat yang berada di pelosok pedesaan Jawa Barat sejak lama dan mendarah daging bahkan turun temurun. Persib bukan hanya sebatas tim sepak bola tapi Persib sudah menjadi sebuah kultur, banyak masyarakat Jawa Barat yang tidak suka sepak bola tapi mencintai Persib dengan sepenuh hati.

Persib merupakan tim sepak bola Profesional sehingga para pemain yang direkrut tidak dipersyaratkan harus dari Jawa Barat. Persib menjelma menjadi sebuah tim sepak bola yang hebat, kuat dan tangguh didukung para pemain yang luar biasa dan Tim Pelatih yang hebat pula.

Pada akhirnya dengan kondisi Persib saat ini, bukan sesuatu yang mustahil di Tahun depan akan menjuarai Liga lagi, sehingga menjadi quarter Juara dengan enam bintang. Semoga


Senin, 09 Maret 2026

 TKA Tahun 2026



Hari ini, Senin, 9 Maret 2026 mulai dilaksanakan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 untuk jenang SMP/MTs dan juga untuk Jenjang SD/MI secara serentak di seluruh Indonesia. Gladi bersih bertujuan untuk mengetahui kesiapan seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat paling bawah yaitu satuan pendidikan. Meskipun persiapan sudah sedemikian matang, melalui berbagai Webinar bahkan pelatihan secara langsung, masih saja ada kendala yang dihadapi, baik kendala di server pusat yang down, atau pun kendala di satuan pendidikan. tapi kendala tersebut dapat secepatnya diatasi.

Tes Kemampuan Akademik merupakan program baru yang dilaksanakan oleh Kemendidasmen yang merupakan program untuk mengkukur kemampuan tiap siswa sebagai tolak ukur yang akan digunakan untuk proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran berikutnya, TKA juga merupakan program pengganti Asesmen Nasional (AN) yang sudah terlebih dahulu dilaksanakan

Rabu, 03 Desember 2025

Students sentris

 

Belajar itu sejatinya milik siswa, guru hanya membantu mereka untuk belajar. Mengajar hanya bagian kecil dari proses pembelajaran. Sehingga guru wajib untuk melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran. biarkan mereka untuk berperan aktif dalam proses yang panjang, biarkan seluruh indra mereka untuk merasakannya. Guru harus memastikan bahwa peserta didik belajar dengan baik, belajar dengan nyaman, belajar dengan keikhlasan, tentunya belajar dengan semangat dan menyenangkan. 

Guru harus membuat desain pembelajaran yang students sentris bukan teacher sentris, guru bukan satu-satunya sumber belajar, bahkan mungkin lebih banyak sumber belajar lain yang bisa di gali siswa. Biarkan siswa mengeksplor seluruh kemampuannya untuk mendapatkan materi pelajaran yang mereka butuhkan. 

Belajar kan mereka sesuai zaman nya, biarkan mereka untuk berselancar di dunia maya, tidak perlu cemas mereka menggunakan Artifisial Integrasi atau kecerdasan buatan, dengan catatan literasi nya terus ditingkatkan

Sabtu, 31 Mei 2025

BELAJAR ITU MENYENANGKAN

 

Seharusnya belajar itu nadalah peristiwa yang menyenangkan bagi siswa, buka peristiwa yang membuat mereka sedih bahkan tertekan atau mungkin menakutkan. belajar menjadi sesuatu yang enjoyfull sehingga membuat siswa mengerti terhadap suatu peristiwa. mata pelajaran apa pun seharusnya diminati siswa jika dalam pembelajarannya membuat mereka senang. 

Banyak faktor yang bisa menyebabkan mereka senang dalam belajar, tapi salah satu yang penting adalah belajar menjadi sarana pemuas bagi rasa ingin tahu mereka terhadap pengetahuan.

Selasa, 24 Desember 2024

Pendidikan Karakter

Pembagian Rapor Semester 1 Tahun Pelajaran 2024/2025 telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2024, ada sedikit cerita menarik yang perlu saya ceritakan yang merupakan pendapat pribadi yang berlandaskan analisis pribadi dan sedikit tinjauan ilmiah.
Rapor pada semester 1 Tahun Pelajaran 2024/2025 terdiri dari dua jenis rapor, ada rapor Kurikulum Merdeka dan ada Rapor Kurikulum 2013, meskipun pada dasarnya isinya sama, masih terdiri dari deretan angka-angka yang merupakan nilai yang dicapai oleh peserta didik. Nilai tersebut berdarkan hasil Asesmen formatif maupun asesmen sumatif. artinya rapor peserta didik masih mengukur secara kuantitatif bukan kualitatif.
ada banyak kelemahan ketika rapor masih bersifat kuantitatif: yang pertama rapor tersebut tidak menunjukan kemampuan siswa yang sebenarnya, mungkin kemampuan siswa diatas nilai rapor tersebut atau sebaliknya nilai siswa jauh dibawah kemampuannya, sebab tidak dipungkiri, bahwa ketika guru mengolah nilai, banyak faktor yang mempengaruhinya. mungkin nilainya dinaikan karena kurang dari standar atau sebaliknya, nilai siswa tersebut diturunkan, karena terlalu tinggi jika dibandingkan dengan teman-temannya. yang kedua; orangtua atau siswa yang menanyakan ranking kelas, hal ini bertentangan dengan prinsif kurikulum baik pada Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. karena pada kedua kurikulum tersebut tidak mengenal yang namanya Ranking, hal ini disebabkan karena pada kedua kurikulum tersebut nilai siswa dibandingkan dengan dirinya sendiri, sementara ranking adalah membandingkan siswa dengan teman sekelasnya. banyak lagi kelemahan dari Rapor yang bersifat Kuantitatif.
Padahal ada yang lebih penting dari hanya saekedar nlai yaitu Karakter Peserta Didik. Para guru sering melupakan karakter siswa, begitu juga orang tua, banyak yang tidak perduli dengan karakter siswa. padahal karakter siswa adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki siswa, karena karakter lah yang akan terus digunakan oleh siswa dalam hidupnya, sementara mata pelajaran belum tentu akan digunakan siswa selama hidupnya