Entri Populer

Rabu, 03 Desember 2025

Students sentris

 

Belajar itu sejatinya milik siswa, guru hanya membantu mereka untuk belajar. Mengajar hanya bagian kecil dari proses pembelajaran. Sehingga guru wajib untuk melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran. biarkan mereka untuk berperan aktif dalam proses yang panjang, biarkan seluruh indra mereka untuk merasakannya. Guru harus memastikan bahwa peserta didik belajar dengan baik, belajar dengan nyaman, belajar dengan keikhlasan, tentunya belajar dengan semangat dan menyenangkan. 

Guru harus membuat desain pembelajaran yang students sentris bukan teacher sentris, guru bukan satu-satunya sumber belajar, bahkan mungkin lebih banyak sumber belajar lain yang bisa di gali siswa. Biarkan siswa mengeksplor seluruh kemampuannya untuk mendapatkan materi pelajaran yang mereka butuhkan. 

Belajar kan mereka sesuai zaman nya, biarkan mereka untuk berselancar di dunia maya, tidak perlu cemas mereka menggunakan Artifisial Integrasi atau kecerdasan buatan, dengan catatan literasi nya terus ditingkatkan

Sabtu, 31 Mei 2025

BELAJAR ITU MENYENANGKAN

 

Seharusnya belajar itu nadalah peristiwa yang menyenangkan bagi siswa, buka peristiwa yang membuat mereka sedih bahkan tertekan atau mungkin menakutkan. belajar menjadi sesuatu yang enjoyfull sehingga membuat siswa mengerti terhadap suatu peristiwa. mata pelajaran apa pun seharusnya diminati siswa jika dalam pembelajarannya membuat mereka senang. 

Banyak faktor yang bisa menyebabkan mereka senang dalam belajar, tapi salah satu yang penting adalah belajar menjadi sarana pemuas bagi rasa ingin tahu mereka terhadap pengetahuan.

Selasa, 24 Desember 2024

Pendidikan Karakter

Pembagian Rapor Semester 1 Tahun Pelajaran 2024/2025 telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2024, ada sedikit cerita menarik yang perlu saya ceritakan yang merupakan pendapat pribadi yang berlandaskan analisis pribadi dan sedikit tinjauan ilmiah.
Rapor pada semester 1 Tahun Pelajaran 2024/2025 terdiri dari dua jenis rapor, ada rapor Kurikulum Merdeka dan ada Rapor Kurikulum 2013, meskipun pada dasarnya isinya sama, masih terdiri dari deretan angka-angka yang merupakan nilai yang dicapai oleh peserta didik. Nilai tersebut berdarkan hasil Asesmen formatif maupun asesmen sumatif. artinya rapor peserta didik masih mengukur secara kuantitatif bukan kualitatif.
ada banyak kelemahan ketika rapor masih bersifat kuantitatif: yang pertama rapor tersebut tidak menunjukan kemampuan siswa yang sebenarnya, mungkin kemampuan siswa diatas nilai rapor tersebut atau sebaliknya nilai siswa jauh dibawah kemampuannya, sebab tidak dipungkiri, bahwa ketika guru mengolah nilai, banyak faktor yang mempengaruhinya. mungkin nilainya dinaikan karena kurang dari standar atau sebaliknya, nilai siswa tersebut diturunkan, karena terlalu tinggi jika dibandingkan dengan teman-temannya. yang kedua; orangtua atau siswa yang menanyakan ranking kelas, hal ini bertentangan dengan prinsif kurikulum baik pada Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. karena pada kedua kurikulum tersebut tidak mengenal yang namanya Ranking, hal ini disebabkan karena pada kedua kurikulum tersebut nilai siswa dibandingkan dengan dirinya sendiri, sementara ranking adalah membandingkan siswa dengan teman sekelasnya. banyak lagi kelemahan dari Rapor yang bersifat Kuantitatif.
Padahal ada yang lebih penting dari hanya saekedar nlai yaitu Karakter Peserta Didik. Para guru sering melupakan karakter siswa, begitu juga orang tua, banyak yang tidak perduli dengan karakter siswa. padahal karakter siswa adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki siswa, karena karakter lah yang akan terus digunakan oleh siswa dalam hidupnya, sementara mata pelajaran belum tentu akan digunakan siswa selama hidupnya

Kamis, 31 Oktober 2024

PEMANFAATAN MIKROSKOP CAHAYA


 Membiasakan peserta didik untuk menggunakan alat-alat laboratorium merupakan keharusan dalam pembelajaran IPA. IPA atau science dihasilkan dari penelitian bukan dari hasil oleh pikir manusia. IPA merupakan ilmu pasti yang berdasarkan data dan telah diuji beberapa kali sehingga menghasilkan ilmu yang perubahannya sangat kecil dari masa ke masa.

Penggunaan mikroskop cahaya bagi peserta didik baik yang menggunakan lampu (elektrik) ataupun yang masih menggunakan cermin, perlu di perkenalkan pada peserta didik, sehingga peserta didik dapat mahir menggunakan keduanya. mula-mula mereka diajarkan membuat preparat sederhana, bisa menggunakan bawang merah atau menggunakan batang jagung atau menggunakan batang jarak. kemudian peserta didik diajarkan cara menggunakan mikroskop, mulai dari pembesaran kecil sampai pembesaran yang lebih besar.

Rabu, 18 September 2024

 


LALU APA

Oleh : Amabilla Marva Haira

 

Aku tahu dunia itu tempat bersaing

Semua orang berlomba menjadi versi terbaiknya

Berdesak-desak demi mendapat setitik nikmat dari madu sang fana

Yang menang terbang, yang kalah tertelan.

Begitu peraturannya.

 

Dan ketika kau ‘merasa’ kalah

Kau akan menangis tersedu-sedu

Merengek layaknya bocah kerdil pada semesta

Berseru paling keras bahwa dunia ini tak adil

 

Tapi pernahkah kau berpikir

Ketika misalnya kau menang,

Setelah itu apa?

Kepuasan?

Kebahagiaan?

Melihat orang-orang yang tersalip menatapmu iri?

Lalu apa?

Pada akhirnya kau pun tersadar

Bahwa ini sementara.

Nafsu pun terang-terangan mengaku memperbudakmu.

Tapi kau malah merasa paling tidak tahu disini.

Benar. Kau memang bodoh.

 

Lagi dan lagi

Kau terus tergiur akan perhiasan yang dikenakan dunia

Tak bosan untuk terus jatuh ke dalam hal fana itu

Jangan beri makan egomu!

Jangan manjakan nafsumu!

Sungguh,

Suatu saat kau akan menyesal setengah mati.

Dan takkan berakhir bahkan sampai kau benar-benar mati.

 

Percayalah.

Setelah kau menelan segala penghormatan.

Wanita-wanita mengitarimu.

Harta berserakan dibawah kakimu.

Bahkan setelah kau menggenggam dunia di tanganmu.

Kau pun akan bertanya-tanya.

Aku sudah mendapat semuanya,

Aku sudah menang,

Lalu apa?